Aku?

Yak lanjut….

Tadi kan aku bilang ya, aku suka sendiri tapi sebenernya ak juga g suka sendiri dalam waktu yg lama. Kenapa ya? Yuk searching 🙂

Tapi, ak pernah merasakan memang lebih bahagia kalo bersama. Tapi kadang kalo bersama orang banyak aku juga takut. Takutnya merecokkan orang, yg sebnernya ya dia pengen sendiri, gak suka kalo sama orang lain.

Sebenarnya seorg yg introvert itu tidaklah selamanya org yg selamanya pendiam. Krn terkadang juga mereka harus berada pada kondisi yg menuntut dia untuk bersikap layaknya seorg ektrovert. Tapi yg membedakannya.. dia tetap tidak merasakan energi dari keadaan tsb. Dia akan lebih merasa berenergi kalau sedang sendiri. -powpow

Ini bener banget. Ak kmarin prnah ada d situasi itu. Ak sebnerny tidak suka dengan keadaan itu, itu terpaksa. Oke mkasih banyak pow :*

So kalau mau, anda bisa mengatur waktu nya saja. Anda coba bersosialisasi saja dgn banyak org. Pilah2 waktu dimana anda mesti bersosialisasi, mana saat anda butuh untuk menyendiri.. mungkin saat hari libur, sore hingga pagi..setelah berkativitas seharian, dsb. Ini untuk menyeimbangkan semangat anda untuk beraktivitas ok. -powpow

Okey, aku akan memilahmilah, aku harus menyisakan waktuku untuk sendiri. Melakukan banyak hal sendiri, supaya energi ini terus muncul 🙂

Tapi ya sepertinya ak memang harus berpura-pura menjadi ekstrovert, untuk terus berada di jalanNya. Ini karena perintahNya. Bismillah 🙂

Ni ada jurnal bagus, bagus buat dipelajari 🙂

http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-23923-Suci.pdf

Ni yg aku banget ak bold.

Kepribadian introvert didefinisikan sebagai seseorang yang pendiam (gak juga sih, klo emang hrus ngmong ya ak ngmong), pemalu (gak juga sih, gak malu2 banget), yang relatif terpisah dari orang lain dan secara emosional menarik diri (ak cenderung kyak gtu sih). Menurut Robbins (2007) seseorang yang menarik diri serta memusatkan perhatian untuk memahami dunia digambarkan sebagai introvert. Introvert lebih menyenangi lingkungan yang tenang dan terpusat, yang memberikan mereka kesendirian, dan yang memberi mereka peluang untuk menjajaki pengalaman mendalam atas serangkaian pengalaman yang terbatas. Individu yang bertipe kepribadian introvert orientasi jiwanya terarah ke dalam dirinya, suka menyendiri, menjaga jarak terhadap orang lain, cenderung pemalu, membutuhkan waktu agak lama dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan, tidak mudah percaya pada impuls seketika, tidak menyukai perangsangan, suka hidup teratur, perasaannya dibawah kontrol yang ketat, agak pesimis dan menjunjung nilai-nilai etis. Karakteristik khas dari introvert adalah pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu, melihat dahulu, sebelum melangkah, dan curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi (Eysenck, 1981).

tp ada beberapa hal yg ada d bagian extrovert sih.

Seseorang yang berkepribadian ekstrovert adalah seseorang yang suka bepergian, memiliki sifat yang sangat ramah (sociable) tetapi memiliki kesulitan mengontrol gerak hatinya (impulse) berkenaan dengan agresi dan mudah marah. Menurut Robbins (2007) ekstrovert adalah orang yang mengarah ke luar, suka berkuasa, seringkali agresif, dan ingin mengubah dunia. Kaum ekstrovert membutuhkan lingkungan kerja yang beraneka ragam dan berorientasi tindakan, yang memberikan mereka kebersamaan dengan orang lain, dan yang memberikan mereka bermacam pengalaman. Ekstrovert digambarkan oleh Eysenck sebagai pribadi yang mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya. Pemilik kepribadian ekstrovert menurut Eysenck (1981) memperlihatkan kecenderungan untuk mengembangkan gejala-gejala histeris. Selanjutnya mereka memperlihatkan sedikit energi, perhatian yang sempit, sejarah kerja yang kurang baik. Menurut pernyataan mereka sendiri mereka mendapat kesukaran karena gagap, gampang mendapat kecelakaan, sering tidak masuk kerja karena sakit, dan tidak puas terhadap pekerjaan. Intelegensi mereka relatif rendah, perbendaharaan kata-kata relatif kurang dan mereka mempunyai kecenderungan untuk tidak tetap pada pendirian. Umumnya seseorang dengan kepribadian ekstrovert dapat melakukan suatu pekerjaan dengan cepat tetapi tidak teliti, mereka juga suka bepergian.

entahlah, ni krna lingkungan apa ya? nah trus apa aku harus mnnjukkan ak seorang yg introvert atau berpura2 menjadi extrovert? Hemm ya mngkn harus disesuaikan dgn pekerjaan kali ya. aku btuh waktu untuk sendiri, untuk ngecas :3 tp ak juga btuh wktu untuk mlakukan pekerjaanku secara extrovert (yg baik2nya aja sih).

ini juga artikelnya bagus 🙂

https://teknologitinggi.wordpress.com/2011/07/11/orang-yang-suka-menyendiri-terbukti-kreatif-cerdas-dan-lebih-spiritual/

ya, aku harus menerima aku apa adanya. Bismillah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s